Melihat Persiapan Mesin Sensor Pornografi Senilai Rp 211 Miliar
Melihat Persiapan Mesin Sensor Pornografi Senilai Rp 211 Miliar
Sejak Agustus lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan pengadaan barang dan jasa untuk menutup konten pornografi di internet.
Seperti yang diketahui, Pt Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) keluar sebagai pemenang lelang pengadaan Peralatan dan Mesin Pengadaan Situs Internet Berkonten Negatif atau biasa dikenal dengan mesin sensor internet.
Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan saat ini proses pengadaan mesin tersebut sudah setengah jalan. Pengoperasiannya juga ditargetkan bisa dilakukan pada Desember 2017.
Sekarang barang-barangnya sudah ada. Di atas sudah dibongkar semua. Sekitar 50 persen sudah ada semua, yang lama di ruang monitoring, ucapnya.
Kominfo mengakui bahwa selama ini penanganan konten negatif di internet masih dilakukan secara manual, berdasarkan laporan masyarakat baru memblokirnya. dengan beroperasinya mesin ini, nantinya pemblokiran bisa dilakukan secara otomatis.
Kita akan tetap mencari, ya namanya mesin pencari otomatis makanya dilakukan secara otomatis. Tidak usah ditungguin lagi, mesinnya sendiri yang mencari. Selama masih bisa diakses seperti mencari di Google, itu mesinnya bisa mencari, ungkapnya.
Perlu diketahui, lelang mesin sensor internet itu dimenangkan oleh PT INTI. Sampai saat ini BUMN sedang memenuhi permintaan dari Kominfo, yang mana Kominfo baru akan membayarnya apabila barang tersebut sudah ada dan bisa beroperasi.
Nilai dari mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan PT INTI memenangkan lelang dengan penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhirnya 94.

Post a Comment