Polisi Akan Dibelaki Senjata Tambahan untuk Membela Diri
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan dibekali seluruh anggotanya dengan senjata tambahan untuk membela diri dari serangan kelompok tertentu.
Team NTCMPolri melaporkan, keputusan ini atas evaluasi jajaran pemimpin Polri usai berakhirnya Operasi Ramadniya pada 4 Juni 2017 mendatang.
Nanti kita diskusikan. Kan besok baru selesai operasi Ramadniya, ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.
Salah satu yang terpenting adalah senjata tambahan yang akan diberikan kepada para polisi menurut Setyo adalah pisau belati, bukan senjata api.
Selain akan membekali anggotanya dengan senjata tambahan, Setyo juga meminta kepada Kepolisian untuk meningkatkan kemampuan bela diri anggotanya untuk menghadapi serangan. Dia menilai hal tersebut bisa saja muncul dalam usulan dan masukan sejumlah pihak.
Kita lihat saja besok, mungkin baru ada masukan-masukan lain, ucapnya.
Sebelumnya, terdapat dua anggota brimob bernama AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bakhtiar yang diserang seorang pria yang teridentifikasi bernama Mulyadi (28) saat tengah menjalani salat Isya di Saf ketiga dalam Masjid Falatehan Jakarta Selatan.
Pelaku yang langsung menyerang korban langsung melarikan diri ke arah Terminal Blok M. Ketika dalam pengejaran oleh anggota Brimob, pelaku yang diduga berbalik melawan dan kemudian berujung dengan tembakan di kepala dan dada.

Post a Comment