Header Ads

Trump Katakan Putih Lebih Memilih Hillary Clinton Menjadi Presiden AS



Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sebenarnya lebih memilih ke Hiullary Clinton untuk menang dalam pemilihan presiden AS tahun lalu.

Hal itu disampaikan oleh Trump saat dirinya dikabarkan bahwa Rusia membantunya memenangkan pemilihan presiden. Dalam wawancara dengan media lokal, Trump mengungkan bahwa Rusia lebih memlihi Hillary sebagai Presiden AS dari pada saya.

Ada banyak hal yang ingin saya lakukan yang justru bertentangan dengan apa yang Putin inginkan, ucap trump.

Jadi, apa yang saya dengar bahwa dia lebih menyukai Trump, saya pikir tidak, karena ketika saya menginginkan militer yang kuat, kalian semua tahu Hillary, tidak akan menghabiskan banyak uang untuk militer, ujar Trump.

Ketika saya menginginkan kekuatan yang luar biasa, kita bisa membuka batu bara, kita membuka gas alam, semua hal yang akan Putin benci, tapi tidak ada yang pernah menyebut itu, sambung Trump.

Jika Hillary menang dalam pemilihan presiden AS, militer kita akan berkurang. Kekuatan energi kita akan jauh lebih mahal. Itulah yang tidak disukai oleh Putin tentang saya, sambung Trump.

Trump juga mengomentari terkuaknya pertemuan putra sulungnya, Donald Trump Jr dengan seorang pengacara Rusia pada tahun 2016. Dikatakan bahwa Trump baru mengetahui soal pertemuan tersebut dua hari yang lalu, dan dia tidak menyaloahkan putranya itu di atas pertemuannya.

Saya pikir banyak orang yang akan melakukan pertemuan itu, sambungnya.

Pertemuan putra Trump itu menuai kontroversi karena dilakukan di masa kampanye kepresidenan Trump. Ditambah lagi, terdengar kabar bahwa putra Trump bersedia bertemu dengan pengacara Rusia setelah ada perjanjian informasi yang bisa menjatuhkan Hillary, rival ayahnya dalam pilihan presiden AS tahun 2016.
Diberdayakan oleh Blogger.