Header Ads

TITO KARNAVIAN RENCANA PENSIUN DINI

TITO KARNAVIAN RENCANA PENSIUN DINI


Jenderal Tito Karnavian mengaku punya keinginan untuk berhenti melaksanakan tugas sebagai kapolri sebelum masa pensiunnya lima tahun lagi.

Tito menyebut keinginannya untuk pensiun lebih cepat itu muncul dari hati kecilnya akibat berbagai persoalan yang membuat pikiran setres.

Pada 26 Oktober 2017 mendatang, Tito baru menginjak usia 53 tahun sementara usia pensiun seorang anggota Polri adalah 58 tahun.

Ini berarti Tito memiliki kesempatan untuk menhjadi Kapolri hingga 2022 medantang. Pernyataan Tito ini pertama kali diungkapkan di salah satu stasiun televisi nasional pada sabtu 08 Juli 2017.

Dalam acara itu dia mengatakan ingin memiliki kehidupan yang lebih santai atau jauh dari setres. Selain itu Tito mengatakan, Sebuah organisasi atau institusi membutuhkan penyegaran agar senantiasa melahirkan sosok pemimpin.

Tito resmi menjabat sebagai Kapolri sejak 13 Juni 2016. Ia melanjutkan tongkat kepemimpinan korps baju cokelat yang sebelumnya berada di tangan Jenderal Badrodin Haiti.

Penunjukan Tito sebagai Kapolri sempat menjadi polemik karena pria kelahiran yang lahir di Kota Palembang, Sumatera Selatan ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1987.

Artinya Tito melompati empat angkatan di atasnya untuk menjadi Kapolri, karena Badrodin merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1982.

Meski akhirnya polemik itu berakhir, pengamat kepolisian dari Institute for Securty and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menyebut beban Tito menjadi berat akibat faktor senioritas di jajaran kepolisian.

Oleh karena itu, menurutnya, Tito harus merangkul para seniornya di internal Polri, mulai dari perwira aktif hingga purnawirawan yang memiliki visi dan misi sejalan dalam membangun Polri.
Diberdayakan oleh Blogger.