Perakit Bom Panci Bandung Sebut Kredit Motor dan Musik Haram
Karakter seorang perakit bom panci di Buah Batu, Kota bandung, Agus Wiguna (22) dikabarkan berubah drastis setahun terakhir, sebelum insiden ledakan bom panci itu terjadi.
Kepala Desa Bokong Suhyani memberitahukan bahwa selama satu tahun terakhir ini, warganya itu lebih sering berdiam diri di rumah dan jarang bersilaturahmi.
Padahal sebelumya dia sering ikut bergabung dengan warga yang lain dan tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan, ucap Suhyani.
Akan tetapi, dalam satu tahun terakhir, Suhyani mengatakan bahwa Agus sempat terlihat menunjukkan tindakan tidak biasa. Dia mengembalikan sepeda motor yang baru beberapa bulan dikreditnya dengan alasan haram.
Sempat membeli motor dengna cara kredit tapi beberapa bulan kemudian motor tersebut dikembalikan dengan alasan haram, sambungnya.
Dia menambahkan bahwa, Agus juga mengharamkan musik, televisi, dan radio. Selain itu saat dia pulang kambung di Hari Raya Lebaran, Agus lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah.
Karena sikapnya berubah drastis, Suhyani mengaku kaget karena salah satu warganya ditangkap polisi karena diduga kasus perakitan bom panci di Kota Bandung.
Keluarga dan masyarakat setempat benar-benar sangat tidak menyangka setelah menyaksikan dari media massa bahwa Agus sebagai pelaku bom panci, ucapnya.
Sejak kecil Agus dirawat oleh kakek neneknya di Cibeleuntuk, bojong karena orang tuanya berpisah, sambungnya.
Menurutnya, orang tua Agus berpisah sejak dia berusia tiga bulan dalam kandungan. Dia sempat tinggal bersama dengan ibunya hingga berusia dua tahun, kemudian dibesarkan oleh kakek neneknya.
Dia sekolah sampai Madrasah Aliyah di Garut dan kemudian pada 2014 meneruskan pendidikan di Cimahi, sambungnya.
Sebelumnya Kepolisian Resor Kota Besar Bandung juga menangkap seorang pria yang diduga perakit bom panci yang meledak di salah satu rumah kontrakannya di Kampung Kubang Bereum, Kecamatan Buah Batu, Bandung.

Post a Comment