AS Meminta DK PBB Gelar pilihan Soal Sanksi Buat Korut
AS Meminta DK PBB Gelar pilihan Soal Sanksi Buat Korut
Otoritas Amerika Serikat meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan tindak pemilihan atas draf resolusi yang mengatur sanksi-sanksi baru terhadap Korea Utara. karena telah melakukan peluncuran senjata nuklir. AS meminta pilihan ini dilakukan pada Senin (11/9) mendatang.
Menurut data yang didapat, pemerintah AS menginginkan DK PBB untuk menerapkan embargo minyak atas Korut, juga melarang beberapa ekspor tekstil dan perekrutan tenaga kerja Korut di luar negeri, serta tidak diberlakukannya aset pemimpin Korut Kim Jong Un dan menerapkan larangan bepergian untuknya.
Belum terdengar kabar tentang China dan Rusia yang merupakan sekutu Korea Utara, apakah akan mendukung resolusi tersebut atau tidak. Sebagai negara anggota tetap DK PBB, China dan Rusia memiliki hak memilih untuk menggagalkan resolusi itu.
Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa Rusia dan China kemungkinan besar akan menyetujui larangan ekspor tekstil Korut. Sebelumnya, pejabat-pejabat pemerintah China telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa penerapan ekspor minyak bisa membuat ketidakstabilan di negara tersebut.
Pemerintah Korea Utara telah bersumpah akan mengambil langkah balasan yang kejam terhadap tekanan Amerika Serikat ataupun sanksi-sanksi baru. Ucapan itu dilontarkan setelah AS meminta PBB menahan ekspor minyak dan pembekuan aset Kim Jong Un, pemimpin rezim komunis itu.
Seperti yang diberitakan, ancaman dari Korut itu disampaikan delegasi Korut dalam forum ekonomi di Vladivostok, Rusia menyatakan, dalam pernyataan yang sama, Korut juga menuduh AS ingin mengajak perang.
Kami akan menanggapi sanksi yang direncanakan oleh AS, dengan langkah balasan yang sangat kejam dari kami, ucap pernyataan delegasi Korut.
Menteri Urusan Hubungan Perekonomian Eksternal Korut, Kim Yong Jae, mengatakan setiap sanksi yang dibuat untuk Korut adalah sebuah kesalahan besar.
Usaha menggunakan tekanan dan sanksi kejam yang belum pernah ada sebelumnya untuk mengintimidasi Korut dan membuat Korut salah kaprah, ini adalah sebuah kesalahan besar, ucap Kim Yong Jae.
Amerika Serikat juga seharusnya selalu mengingat soal status senjata nuklir negara kami, yang memiliki senjata rudal balistik dan senjata hidrogen, ungkapnya.

Post a Comment