Header Ads

Berkunjung ke Mesir, Pangeran Mahkota Arab Saudi Setujui Investasi Rp137 Triliun


Berkunjung ke Mesir, Pangeran Mahkota Arab Saudi Setujui Investasi Rp137 Triliun

Arab Saudi dan Mesir setuju untuk menanamkan saham gabungan senilai US$10 miliar atau Rp137 triliun dalam pembangunan kota megapolitan di selatan Semenanjung Sinai. Kerjasama itu tercapai dalam kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ke Mesir.

Kerjasama yang melibatkan pembangunan lebih dari 1.000 kilometer persegi itu disetujui oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi bersama Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman di Kairo, Minggu (4/3).

Kunjungannya ke Kairo adalah kunjungan pertama Pangeran Mohammed bin Salman ke luar negeri sejak dirinya diangkat sebagai putra mahkota tahun lalu.

Seorang pejabat Riyadh mengatakan investasi Saudi ini ditujukan untuk membantu pembangunan wilayah pinggiran wilayah Mesir yang berbatasan langsung dengan kota ekonomi transnasional Neom. Kota itu tengah dibangun Arab Saudi.

Kerjasama ini semakin mempererat hubungan strategis Arab Saudi, n egara terkaya di kawasan dengan  Mesir, negara berpenduduk terbanyak di Timur Tengah.

Kairo adlaah salah satu sekutu terdekat Riyadh di kawasan. Sejak Sisi menjabat pada 2013, relasi Mesi dengan Saudi kian kuat.

Selama ini Kairo juga menyatakan dukungannya kepada Riyadh, khususnya mengenai isu-isu politik luar negeri seperti persaingan pengaruh antara Arab Saudi dan Iran.

Mesir juga mendukung Arab Saudi yang berperang terhadap pemberontak Houthi di Yaman. Tahun lalu, Kairo menjadi salah satu negara sekutu Arab Saudi yang ikut memboikot dan memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.

Mesir juga memberikan dua pulaunya di Laut Merah kepada Arab Saudi meski memicu protes meluas di dalam negeri.

Sehari sebelum kunjungan Pangeran Mohammed, Pengadilan Tinggi Mesir juga mencabut tantangan hukum yang menghambat pemberian dua pulau tersebut.

Kunjungan Pangeran juga dilakukan tiga minggu menjelang pemilu Mesir, di mana Sisi mengincar periode keduanya.

Sejumlah kritikus menyatakan  pemerintah berwenang sudah menekan oposisi dengan memaksa para pesain Sisi menghentikan kampanye pemilu.

Setelah Mesir, Pangeran Mohammed juga direncanakan akan mengunjungi Inggris dan Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekat Arab Saudi di dunia barat.
Diberdayakan oleh Blogger.