PBB: Myanmar Masih Meneruskan Genosida Terhadap Rohingya
PBB: Myanmar Masih Meneruskan Genosida Terhadap Rohingya
Utusan PBB untuk Myanmar mengatakan, negara yang dipimpin Aung San Suu Kyi itu masih terus melakukan pembersihan.
Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil sekretaris Jenderal PBB untuk HAM, Andrew Gilmour.
Gilmour mengatakan hal itu setelah mengunjungi kamp pengungsian etnis Rohingya di Distrik Cox Bazaar, Bangladesh.
Ada sekitar 700.000 ribu etnis Rohingya memilih untuk tetap mengungsi di kamp Kutupalong sejak militer Myanmar memulai operasi militer pada 25 Agustus 2017 lalu.
Saya tidak bisa mengatakan kesimpulan lain setelah melihat dan mendengar sendiri. Myanmar masih saja terus melakukan genosida ke etnis Rohingya, ungkap Gilmour.
Dia mengatakan, bentuk genosida itu dilakukan militer Myanmar tidak lagi melakukan pembunuhan massal atau pemerkosaan seperti 2017 lalu.
Mereka melakukan kekerasan melalui aksi teror dan sengaja membiarkan etnis Rohingya kelaparan.
Aksi genosida itu agar orang Rohingya yang tersisa di wilayah Rakhine terpaksa meninggalkan rumah mereka dan datang ke bangladesh, ucap Gilmour.
Setiap minggunya terdapat ratusan etnis Rohingya yang mengungsi ke perbatasan Myanmar dan Bangladesh demi menuju kamp pengungsian.
Gilmour menjelaskan, terdapat kontradiksi antara aksi yang dilakukan oleh militer Myanmar dengan pernyataan yang diucapkan pemerintah setempat.
Di pemerintahan Suu Kyi berusaha memberi tahu soal komunitas internasional bahwa mereka siap untuk menerima kembali etnis Rohingya.
Akan tetapi militer Suu Kyi terus berusaha melakukan pembersihan dari kampung halaman mereka.
Gilmour menambahkan wacana pemulangan etnis Rohingya ke kampung halaman mereka di Rakhine tidak bisa dilakukan.
Sementara itu, pada sebuah postingan media sosial , wakil panglima militer Myanmar, Soe win, mengatakan bahwa Rohingya bukan etnis yang diakui di Myanmar

Post a Comment