Header Ads

Banyak Warga Marawi Batal Dievakuasi Karena Gagalnya Gencatan Senjata



Ribuan warga sipil masih terkepung di Kota Marawi setelah gencatan senjata selama empat jam yang ditujukan untuk evakuasi gagal terlaksana. Kegagalan evakuasi tersebut disebabkan oleh munculnya sejumlah letupan senjata api saat proses evakuasi berlangsung.

Evakuasi tersebut dilaksanakan pada Minggu pagi 4 Juni 2017. Berdasarkan kesepakatan antara pemberontak Maute dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), gencatan senjata dilakukan selama empat jam untuk mengevakuasi warga sipil dari Marawi.

Menurut laporan Asian Correspondent, Moro Islamic Liberation Front (MILF) turut membantu proses negosiasi gencatan senjata antara AFP dengan pemberontak Maute. Pada pukul 08.00, proses evakuasi dimulai.

Para warga sipil diimbau dengan menggunakan pengeras suara oleh pasukan AFP untuk meninggalkan Marawi.

Militer Filipina berharap mampu mengevakuasi lebih dari 1.000 warga sipil dari Marawi. Namun, proses evakuasi harus terhenti sekitar pukul 09.00 setelah muncul letusan senjata. Belum dikonfirmasi pihak mana yang menembakkan senjata pada saat proses evakuasi berlangsung.

Proses evakuasi hanya berhasil mengeluarkan 134 warga sipil dari Marawi, demikian seperti yang diwartakan oleh Asian Correspondent, Senin (5/6/2017).

Sementara itu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menganggap evakuasi tersebut berhasil. Ia juga yakin bahwa proses penumpasan pemberontak Maute dari kawasan Marawi akan selesai pada 3 hari lagi.

"Ini semua akan selesai dalam tiga hari lagi. Saya juga tidak akan ragu untuk menggunakan segala kekuatan yang tersedia," jelas Presiden Duterte seperti yang dikutip oleh Asian Correspondent.

"Bahkan saya bisa menghentikan perang ini dalam 24 jam. Yang perlu saya lakukan adalah mengebom seluruh tempat itu hingga rata dengan tanah," tambah Duterte.
Diberdayakan oleh Blogger.