Bicara Soal Yerusalem, Korut Sebut Trump Terganggu Kejiwaannya
Bicara Soal Yerusalem, Korut Sebut Trump Terganggu Kejiwaannya
Korea Utara mengecam keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas pernyataannya mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan kembali mengatakan orang nomor satu di Washington itu sebagai orang tua yang kehilangan kewarasannya.
Dalam beberapa waktu lalu, Donald Trump dan pemimpin negeri komunis Kim Jong Un saling mengancam dan hinaan seiring dengan meningkatnya emosi karena ancaman senjata rudal nuklir dari Korea Utara.
Saat ini Korut telah bergabung dengan banyak negara di dunia untuk mengutuk keputusan Trump atas Yerusalem dan juga mengatakan aksi itu sebagai aksi ceroboh yang licik.
Mempertimbangkan fakta dan bukti bahwa Trump adalah orang tua gila yang mentalnya terganggu ini secara terbuka di depan PBB mengancam akan menghancurkan total negara yang berdaulat, aksi ini tidak begitu mengejutkan, ucap jurubicara Kementerian Luar Negeri Korut.
Akan tetapi keputusan ini sangat jelas menunjukkan kepada seluruh dunia siapa yang akan menghancurkan kedamaian dan keamanan dunia, paria di komunitas internasional, ucapnya.
Deklarasi Donald Trump pada Rabu bahwa Yerusalem sebagai ibu kota Israel menimbulkan kemarahan negara muslim dan juga memicu kritik dari sekutu-sekutu AS.
Sebelumnya, Donald Trump pernah mengingatkan pemerintah Korut untuk siap berperang dan juga berkata di depan Sidang Umum PBB bahwa AS akan menghancurkan Korea Utara jika membela diri.
Dalam pidato nya, Trump mengatakan Kim Jong Un sebagai manusia roket setelah Korut beberapa kali meluncurkan rudal bertenaga nuklir yang bisa mencapai wilayah Amerika Serikat.
Berdasarkan pernyataan terakhirnya di KCNA, Korut mengecam keras dengan keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memberikan dukungan serta solidaritas kepada Palestina dan rakyatnya untuk memenangi hak mereka secara sah.
Amerika Serikat akan dimintai pertanggung jawabannya akibat yang akan timbul dari aksi bodoh tersebut, ujar pernyataan itu.

Post a Comment