Header Ads

Penumpang Pesawat Ditangkap Karena Membawa Sabu

Penumpang Pesawat Ditangkap Karena Membawa Sabu


Satu kilogram narkotika jenis sabu nyaris lolos dari Pekanbaru, Riau, ke Jakarta melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II. Kasus ini terungkap setelah petugas memperhatikan gaya berjalan yang aneh dua calon penumpang pesawat.

Dua calon penumpang pesawat itu adalah Syaifudin Zhuhti dan Ebie Firdaus. Ia digelandang petugas keamanan bandara ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru setelah petugas menemukan benjolan di selangkangan.

Petugas hampir meloloskannya karena benjolan yang ternyata berisi sabu itu lolos pemeriksaan X-ray. Namun, petugas curiga sehingga mengecek ulang tubuh dua calon penumpang itu.

"Bahkan, salah satunya sudah pernah lolos dengan cara yang sama, meletakkan sabu di selangkangannya," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Sutanto, Jumat siang, 8 Desember 2017.

Satu kilogram narkotika jenis sabu nyaris lolos dari Pekanbaru, Riau, ke Jakarta melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II. Kasus ini terungkap setelah petugas memperhatikan gaya berjalan yang aneh dua calon penumpang pesawat.

Dua calon penumpang pesawat itu adalah Syaifudin Zhuhti dan Ebie Firdaus. Ia digelandang petugas keamanan bandara ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru setelah petugas menemukan benjolan di selangkangan.

Petugas hampir meloloskannya karena benjolan yang ternyata berisi sabu itu lolos pemeriksaan X-ray. Namun, petugas curiga sehingga mengecek ulang tubuh dua calon penumpang itu.

"Bahkan, salah satunya sudah pernah lolos dengan cara yang sama, meletakkan sabu di selangkangannya," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Sutanto, Jumat siang, 8 Desember 2017.

Setiap tersangka, menurut Kapolresta Pekanbaru, Kombes Sutanto, mengaku mendapat upah Rp 12 juta untuk mengantarkan sabu itu ke Jakarta.

Menurut Susanto atau Santo, kedua tersangka berasal dari Surabaya, Jawa Timur, yang diduga kurir dari bandar di Pekanbaru. Bandar dimaksud masih diselidiki petugas, apakah sama dengan empat pemuda yang diamankan sebelumnya.

‎Santo menerangkan, menyelundupkan sabu melalui bandara dengan meletakkannya ke selangkangan menjadi tren dalam beberapa pekan terakhir.

Cara itu dinilai bisa mengelabui alat pengamanan bandara karena selalu lolos dari X-ray. Sejumlah kurir bahkan sudah sempat naik ke pesawat.

Sebelumnya pada Jumat, 1 Desember 2017, sebanyak empat pemuda ditangkap dengan modus yang sama. Mereka bisa lolos dari alat pemeriksaan dan bersiap naik pesawat, sehingga lima kilogram sabu kala itu hampir saja lolos.

Hampir sama dengan kasus terakhir ini, terungkapnya empat pemuda membawa sabu karena gaya berjalannya yang aneh ketika naik pesawat. Mereka semua kini ditahan di Mapolresta Pekanbaru untuk pengusutan lebih lanjut.
Diberdayakan oleh Blogger.