Header Ads

Erdogan Cari Celah PBB untuk Batalkan Keputusan AS soal Yerusalem


Erdogan Cari Celah PBB untuk Batalkan Keputusan AS soal Yerusalem

Menurut Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki sedang mencari keuntungan di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membatalkan keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kami akan mencoba membatalan atas keputusan tidak adil di Dewan Keamanan PBB. Jika tidak disetujui, kami akan bawa masalah ini ke Majelis Umum, ucap Erdogan.

Kemungkinan upaya ini terjegal sangat besar karena AS adalah anggota tetap DK PBB, pihak yang memiliki hak.

Selain Amerika Serikat, ada empat negara anggota DK PBB yaitu Prancis, Inggris, China dan Rusia. Keempat negara ini sudah menyatakan penolakan mereka terhadap keputusan Trump.

Pengakuan AS sangat mengejutkan karena dianggap menutup pintu perdamaian antara Palestina dan Israel, kedua negara yang berseteru dan memperebutkan Yerusalem sebagai ibu kota.

Perebutan di kota suci bagi umat Kristen dan Muslim ini sudah dimulai sejak dulu. Israel akhirnya berhasil merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada tahun 1967.

Kemudian mereka mengambil wilayah tersebut, tapi tidak diakui oleh masyarakat internasional. Untuk menegaskan penolakan tersebut, tidak ada negara asing yang mendirikan kantor perwakilannya untuk Israel dan Yerusalem.

Donald Trump dikecam oleh dunia, termasuk Indonesia. Minggu (17/12), akan ada aksi Bela Palestina yang akan digelar di lapangan Monas, Jakarta.
Diberdayakan oleh Blogger.