Aman Abdurrahman Diduga Sebagai Pemimpin ISIS di Indonesia
Aman Abdurrahman Diduga Sebagai Pemimpin ISIS di Indonesia
Seorang mantan murid tersangka kasus teoris bom Thamrin Oman Rochman atau Aman Abdurrahman, Kurnia Widodo mengatakan gurunya itu adalah ketua atau pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia.
Menurutnya, informasi itu didapat dari kalangan jemaah yang memiliki pemahaman yang sama dengan aman dan tergabung dalam grup di aplikasi pesan singkat.
Dia dikenal sebagai aktivis dan ketua tinggi dari ISIS di Indonesia. ISIS ada buka cabang di Indonesia, pusatnya di Irak dan Suriah dipimpin Abu Bakr al Baghdadi, ujar Kurnia, saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/4).
Kuasa hukum Aman, Asludin Hatjani, sempat bertanya kepada Kurnia soal pernyataan tersebut. Menurutnya, kesaksian itu tidak benar karena Kurnia tidak mengetahui secara langsung.
Kunia juga mengatakan informasi itu didapat dari seseorang yang ada di beberapa grup di aplikasi pesan singkat.
Kurnia menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi murid Aman karena ada perbedaan pandangan. Dia juga menganggap beberapa pemikiran Aman yang tidak masuk akal, terutama terkait polisi.
Saya sudah tidak lagi menjadi muridnya. Bagi saya polisi tidak semuanya kafir, ada yang muslim juga, sambungnya.
Diketahui, Aman diduga sebagai pelaku utama bom teror Thamrin dan aksi teror di Indonesia lainnya dalam waktu sembilan tahun terakhir.
Dalam tuntutan jaksa penuntut umum, Aman dituntut hukuman mati atas tindakannya karena mendalangi beberapa aksi terorisme.
dalam dakwaan primer, aman dijerat dengan pasal 14 juncto pasal 6, subsider pasal 15 juncto pasal UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Sementara dalam dakwaan sekundernya, Aman dijerat dengan pasal 14 juncto pasal 7, subsider pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

Post a Comment