Putra Mahkota Arab Saudi Sebut Israel Berhak atas Wilayahnya Sendiri
Putra Mahkota Arab Saudi Sebut Israel Berhak atas Wilayahnya Sendiri
Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengatakan Israel mendapatkan hidup dengan damai di tanahnya sendiri, memperkuat indikasi keeratan hubungan dibalik keributan kedua negara.
Pernyataan itu ucapkan pada saat menanggapi pemimpin media The atlantic, Jeffrey Goldberg, yang bertanya, apakah orang Yahudi memiliki hak atas setidaknya tempat tinggal nenek moyangnya?.
Mendengar pertanyaan tersebut, Pangeran Mohammed langsung menjawa, Saya percaya setiap orang Yahudi, di mana pun, berhak hidup dan tinggal di negaranya dengan damai. Saya percaya warga Palestina dan Israel berhak atas tanahnya sendiri.
Akan tetapi, Mohammed menekankan bahwa tetap harus ada persetujuan damai untuk menjamin stabilitas bagi semua pihak dan bisa menjalin hubungan yang normal.
Dari 2012, Arab Saudi mendukung Inisiatif Perdamaian Arab, yang terus menggaungkan solusi untuk kedua negara dalam konflik Palestina dan Israel.
Namun, belum ada pejabat tinggi Arab Saudi yang dengan memberanikan diri mengatakan Israel memiliki hak atas wilayah tertentu.
Selama ini, Arab Saudi juga mendukung Palestina untuk menjadi negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
Yerusalem adalah salah satu penyulut konflik Israel dan Palestina karena kedua negara memperebutkan wilayah penting bagi tiga agama itu sebagai ibu kota.
Jika tiba waktunya Mohammed bin Salman mengambil alih takhta Arab Saudi, dia akan menjadi penjaga salah satu situs suci umat Muslim yaitu masjid al Aqsa yang terletak di Yerusalem.
Mohammed juga mengatakan kepada goldberg kalau dia tidak mempermasalahkan Israel hidup berdampingan dengan warga Palestina selama Al Aqsa terlindungi.
Kami memiliki perhatian keagamaan mengenai keyakinan di masjid suci di Yerusalem dan hak untuk warga Palestina. itu pendirian kami, kami tidak keberatan dengan orang lain, sambungnya.
Pernyataan ini menguatkan hubungan dibalik layar antara Arab Saudi dan Israel semakin kuat.
Kedua negara memang belum memiliki hubungan diplomatik. Akan tetapi, selama beberapa tahun belakangan ini, hubungan kedua negara menguat karena memiliki musuh yang sama, yaitu Iran dan sekutu kuat yang sama, Amerika Serikat.

Post a Comment