Anggota DPR I Menyarankan Dubes RI di Myanmar Ditarik
Anggota DPR I Menyarankan Dubes RI di Myanmar Ditarik
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan agar pemerintah menarik duta besar Indonesia di Myanmar karena ada pembantaian etnis Rohingya oleh militer Myanmar.
Persona Non grata Dubes Myanmar dan tarik balik Duber Indonesia di Myanmar, ucap Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi di Gedung DPR, jakarta.
Istilah dari kalimat persona non grata adalah diplomasi internasional, artinya orang yang tidak diinginkan. Orang-orang yang persona non grata biasanya tidak boleh datang di suatau tempat atau negara.
Bobby menjelaskan, kalau penarikan Dubes di Myanmar adalah cermin dari sikap tegas dan protes dalam tindakan kekerasan yang terjadi di negara di bawha pemimpin presiden Htin Kyaw.
Langkah yang diambil oleh Indonesia tersebut bisa membuat militer Myanmar menghentikan pembantaian terhadap etnis Rohingya.
Selain menarik kembali Dubes Indonesia, Bobby menyarankan kalau Myanmar dikeluarkan dari Association of Southeast Asian Nation jika kekerasan terus terjadi.
Aksi diplomatik lainnya dengan merekomendasikan Myanmar keluar dari ASEAN bila kekerasa terus terjadi, ucap Bobby.
Sementara itu, Bobby juga mengapresiasi sikap Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Luar Negeri Retno Marsudi, dan juga para tokoh negara lainnya untuk berinisiatif dan berdiskusi langsung dengan Pemerintah Myanmar untuk membahas nasib warga Rohingya.
Ketua MPR Zulkifli Hasan juga mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh Myanmar terhadap Rohingya.
Dia melihat, kekerasan yang masuk dalam genosida itu mendapat tindakan yang cukup serius dari pemerintah Indonesia.
Menurut Zul, pembantaian Rohingya di Myanmar bukan persoalan agama. Pemuka agama Buddha atau Hindu melihat hal tersebut adalah masalah kemanusiaan.
Ketua Umum PAN itu mendesak agar pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dengan mengusir Dubes Myanmar di Indonesia.

Post a Comment