Header Ads

Pelaku Skimming Berasal Dari Negara Asing

Pelaku Skimming Berasal Dari Negara Asing


Mencegah meluasnya aksi skimming ATM di Tanah Air, Polres Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan di pintu masuk kedatangan penumpang pesawat.

"Jelas kami perketat pengamanan. Kami tingkatkan pengawasan, proses pemeriksaan baik orang maupun barang di keberangkatan, khususnya kedatangan dari luar," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Ahmad Yusep, di Polda Metro Jaya, Rabu (21/3/2018).

Ahmad mengungkapkan, pemeriksaan tidak hanya terhadap warga negara asing (WNA) yang berasal dari Eropa Timur, tapi secara menyeluruh ke semua penumpang dan barang bawaan. Namun, ada beberapa negara yang difokuskan.

"Kami akan lebih selektif ke negara-negara tertentu, artinya semua perkembangan isu global kami antisipasi. Semua instasi memainkan perannya semaksimal mungkin agar Indonesia terjaga," tegas dia.

Sebelumnya, kepolisian telah meringkus enam tersangka pelaku pembobolan uang nasabah atau skimming di 64 bank dengan modus skimming ATM.

Enam tersangka kasus skimming di antaranya tiga WN Rumania yakni IRI (26), LNM (26), dan ASC (34). Satu warga Hungaria berinisial ASC (34), satu warga Bulgaria berinisial BKV (46), dan WNI berinisial MK (29).

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, para pelaku skimming yang berasal dari Bulgaria ternyata berencana untuk membobol puluhan bank di Indonesia. Saat ini, sudah lima pelaku diamankan jajaran Polda Metro Jaya.

"Sementara ada 64 bank yang memang sudah disiapkan oleh tersangka untuk diambil (data dan uangnya)," kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Selain menyasar 64 bank, komplotan penjahat ini juga telah memiliki 1.400 kartu, di mana hampir 1.200 kartu dari Indonesia dan sisanya dari luar negeri.

Guna mencegah meluasnya aksi kejahatan ini, kepolisian akan meminta Bank Indonesia (BI) untuk berkoordinasi dengan persatuan bank di Asia Tenggara maupun di Asia.

"Kami akan mendorong BI berkordinasi dengan persatuan bank di ASEAN maupun di Asia, karena ini tidak terjadi di Indonesia tapi di beberapa negara di Asia dan Eropa," ujar dia.

Dalam hal ini, lanjut Nico, pihaknya akan merangkul Interpol untuk mengusut tuntas kasus skimming tersebut.

"Jadi saya kira ini tindak pidana tidak hanya di Indonesia, maka secara global perlu kerjasama dengan interpol karena kelompok kelompok ini diduga pernah berorperasi di beberapa negara," papar Nico.

Dia menambahkan, "kemungkinan mereka juga pelaku yang dicari oleh beberapa negara lainnya."

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menegaskan, para pelaku skimming yang diamankan di wilayah hukum Polda Metro memiliki hubungan dengan pelaku di daerah.

"Betul (satu jaringan), tim kami sedang berangkat keliling Jawa, Bali, dan NTT koordinasi dengan polisi setempat karena alert-nya ini maka Polda juga sedang bergerak," ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/3/2018).

Mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya itu mencontohkan kasus skimming di Surabaya. Setiap pelaku skimming memiliki tiga kelompok yang berbeda, tapi masih ada kaitannya.
Diberdayakan oleh Blogger.