Header Ads

Kecelakaan Latih Pada Pesawat Aerobatik

Kecelakaan Latih Pada Pesawat Aerobatik


Satu korban tewas kecelakaan pesawat latih milik milik Genesa Flight Academy (GFA) di bandara Tunggul Wulung Cilacap, Selasa (20 Maret 2018), adalah Kolonel Pnb M.J. Hanafie. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Jemi Trisonjaya, almarhum merupakan salah satu penerbang tempur terbaik yang dimiliki oleh TNI AU.

"Jabatan terakhir sebagai Paban II/Sismet Ditdok Kodiklatau di Jakarta," kata Jemi dalam keterangan persnya.

Sejak bulan November 2017 lalu, ia membantu latihan penerbangan di GFA sesuai surat permohonan dari Direksi GFA ke TNI AU yang ditindaklanjuti dengan penugasan dari TNI AU.

Saat terjadi kecelakaan, Hanafie melakukan terbang aerobatik dalam rangka persiapan acara Wing Day (Wisuda Siswa) GFA yang rencananya akan dilaksanakan pada 24 Maret 2018 mendatang.

Almarhum Kolonel Pnb M.J. Hanafie lahir Malang, Jawa Timur pada 23 Juli 1969. Ia merupakan lulusan Sekolah Penerbang Ikatan Dinas Pendek (IDP) TNI AU tahun 1991.

Pengalamannya mengoperasikan pesawat panjang. Hanafie pernah menerbangkan pesawat tempur Mk-53 HS-Hawk, F-5E Tiger, F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/30 dengan nickname "Jaguar".

Ia juga pernah bergabung sebagai penerbang Tim Aerobatik "Elang Biru" dengan pesawat F-16 di tahun 1995-1997.

Menurut Jemi, Hanafie punya hobi terbang meski sudah tidak berdinas di skadron operasional lagi. Hobi tersebut biasa dilakukannya saat akhir pekan.

Jemi menuturkan, Hanafie merupakan salah satu penerbang TNI AU cemerlang yang berkesempatan mencoba manuver "Cobra Pugachev". "Dengan pesawat tempur Sukhoi saat melaksanakan kursus transisi di Rusia," katanya.

Cobra Pugachev merupakan sebuah manuver sulit yang menampilkan keunggulan aerodinamika pesawat dengan manuver terbang lurus kemudian tiba-tiba mendongak seperti ular kobra dan kembali pada posisi awal dan siap menyerang.

Hanafie pernah menjabat sebagai Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) di Tanjung Pinang, Liaision Officer di Butterworth Malaysia dan berbagai jabatan lainnya. Almarhum meninggalkan seorang istri Florensia Harienda dan tiga orang anak, Savana Nadira Hanasia (19), Savara Umaira Hanasia (16), Muhammad Ryandra Hanasia (8).

Diberdayakan oleh Blogger.