Header Ads

Pejabat Arab Saudi Sebut Tidak Ada Lagi Tahanan di Ritz Carlton


Pejabat Arab Saudi Sebut Tidak Ada Lagi Tahanan di Ritz Carlton

Pemerintah Arab Saudi menyatakan telah membebaskan semua pelaku yang ditahan di hotel mewah Ritz Carlton, Riyadh. November 2017, ratusan orang yang terdiri dari pejabat pemerintah, menteri dan pangeran Saudi yang ditahan di hotel terkait dugaan korupsi.

Sejak terjadinya operasi penggerebekan dan penahanan dilakukan tahun lalu, orang-orang yang sempat dicurigai terlibat korupsi ditahan di Ritz Carlton yang ditutup untuk umum dan difungsikan sebagai rumah tahanan. Pemeriksaan terhadap para tersangka juga dilakukan di hotel tersebut.

Kini hotel Ritz Carlton sudah tidak ada tahanan lagi. Ini mengindikasikan rumah tahanan di Ritz Carlton akan segera ditutup. Situs Ritz Carlton di Riyadh mengatakan hote itu akan segera dibuka kembali untuk umum pada pertengahan Februari mendatang.

Seorang pejabat pemerintah di Arab Saudi ini tidak menyebutkan ada berapa banyak tersangka lain yang ditahan di lokasi-lokasi lain di Arab Saudi. Akan tetapi, dipercaya ada beberapa orang yang dipindahkan dari Ritz Carlton ke penjara asli, setelah menolak mengakui pelanggaran hukum yang mereka lakukan dan tidak membuat kesepakatan finasial dengan pemerintah Arab Saudi.

Minggu lalu, Jaksa Agung Saudi membebaskan 90 tahanan setelah diduga melakukan korupsi. Sedangkan sekitar 95 orang lainnya masih ditahan. Beberapa kasus lainnya akan berlanjut ke pengadilan.

Semua ada 350 orang terdakwa, yang terdiri dari pejabat pemerintah, pengusha dan menteri Saudi yang ditahan di hotel Ritz carlton sejak November 2017. Penahanan ini adalah bagian dari operasi pemberantasan korupsi yang dioperasikan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman. Operasi ini dilakukan dari atas ke bawah bertujuan untuk menyita semua aset-aset negara senilai US$ 100 miliar yang dikorupsi.

Di antara para pengusaha Saudi yang ditahan, ada nama Pangeran Alwaleed bin Talal yang merupakan orang terkenal di Arab Saudi. alwaleed adalah pemilik perusahaan investasi global, Kingdom Holding. Alwaleed masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai US$ 18,7 miliar. Selain Alwaleed ada juga Waleed al Ibrahim seorang pemilik televisi MBC.

Sejumlah pejabat pemerintah mengatakan keduanya dibebaskan setelah menyepakati penyelesaian finasial. Tidak dikatakan lebih lanjut bagaimana penyelesaian finasial itu.


Diberdayakan oleh Blogger.