Header Ads

Masyarakat Meminta Kepada Presiden RI Untuk Pengendalian Harga Di Papua

Masyarakat Meminta Kepada Presiden RI Untuk Pengendalian Harga Di Papua


Ketua Umum Relawan Jokowi Solidaritas Merah Putih atau Solmet Jokowi, Sylver Matutina, meminta Jokowi membentuk tim atau badan untuk mengendalikan harga barang di Papua dan sejumlah daerah terpencil di Indonesia.

Sylver Matutina mengaku sudah menyampaikan langsung hal ini ke Presiden Jokowi saat berkunjung ke Rote Ndao, NTT menghadiri acara Rakornas Relawan Bara JP, Senin 8 Januari 2018 lalu.

"Presiden antusias dan bergembira sekali atas usulan itu. Dia berjanji untuk bertemu kembali dan membahas secara detail strategi dan pelaksanaannya di lapangan," ujar Sylver Matutina, Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Dia menyatakan, tim pengendalian harga di Papua dan daerah terpencil sangat penting untuk menjaga kesinambungan pasongan kebutuhan di sejumlah wilayah tersebut.

"Seperti daerah Papua, harga kebutuhan pokok dan bahan bangunannya masih tinggi," ujar Sylver Matutina.

Ditambahkan Sylver, Jokowi sukses menerapkan BBM satu harga di pelosok Papua saat ini. Keberhasilan ini harus diapresiasi. Dan program ini akan makin lengkap jika harga sembako dan bahan bangunan juga dapat dibeli dengan harga sama dan terjangkau seperti halnya di kota-kota besar daerah lainnya..

"Jadi kita harapkan harga-harga antara Jayapura dengan yg di pegunungan atau lembah semisal di Wamena, Oksibil ataupun Kobagma dan lainnya bisa sama," ujar dia.

Sebagai bahan perbandingan saat ini harga semen di Kabupaten Pegunungan Bintang (Oksibil) adalah Rp 1.040.000, di Kab Mamberamo Tengah (Kobagma) Rp 1.900.000, di Kabupaten Puncak Jaya (Wamena) Rp 550.000 sedangkan di Jayapura berkisar Rp 80.000.

"Kita berharap usulan ini bisa segera terealisasi dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh warga Papua dan masyarakat Indonesia di pedalaman lainnya," ujar dia.
Diberdayakan oleh Blogger.