Header Ads

Lewat Pidato Kenegaraan, Donald Trump Minta Perkuat Senjata Nuklir AS


Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta agar senjata nuklir di negaranya diperkuat. Hal itu disampaikan dalam pidato kenegaraan perdananya di hadapan Kongres, Selasa malam, (31/1).

Kita mesti memodernisasi dan membangun ulang semua persediaan senjata nuklir, kita memang tidak menggunakannya, tapi harus membuatnya kuat dan bertenaga sehingga bisa menahan semua serangan apapun, ucapnya.

Pernyataan itu diungkapkan di tengah ancaman senjata nuklir Korea Utara yang mengklaim sudah berhasil membangun senjata rudal antarbenua dengan jarak jangkauan bisa mencapai wilayah AS.

Donald Trump dan Kim Jong Un akhir-akhir ini sering saling mengancam. Kepala Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Mike Pompeo juga baru-baru ini mengatakan Korut bisa meluncurkan senjata nuklir ke Amerika dalam hitungan bulan.

Trump mengatakan mungkin suatu hari nanti akan ada momen di mana negara-negara dunia akan bersatu dan mengeliminasi senjata nuklir Korut.

Dalam pidatonya, Trump menyinggung soal kematian Otto Warmbier, seorang warga AS yang meninggal dunia setelah ditahan Korut selama 17 bulan. Keluarga Warmbier turut hadir dalam acara tersebut.

Anda adalah saksi buat yang menyaksikan semua kejahatan yang mengancam dunia kita dan kekuatan anda menginspirasi kita semua. Malam ini, kita bersumpah akan menghormati kenangan Otto dengan ketetapan hati Amerika Serikat.

Program senjata nuklir Korut telah menunjukkan kemajuan. Akan tetapi, wakil kepada staf gabungan AS mengatakan negara tersebut masih belum menunjukkan semua komponen ICBM, termasuk proyektil yang bisa masuk kembali ke atmosfer bumi dengan sempurna.

Pernyataan Jenderal Angkatan Udara Paul Selva meninjau Menteri Pertahanan James Mattis pada Desember lalu, yang menyimpulkan ICBM Korea Utara tidak akan bisa mengancam Amerika serikat.
Diberdayakan oleh Blogger.