Header Ads

Sukarno akan Dikudeta, Dubes Barat Disarankan Tinggalkan Jakarta


Sukarno akan Dikudeta, Dubes Barat Disarankan Tinggalkan Jakarta

Gerakan 30S PKI terjadi ketegangan antara militer dan Presiden Sukarno. Menjelang pertengahan Oktober, muncul isu kudeta dan para duta besar negara asing diminta untuk segera meninggalkan Jakarta.

Menurut kantor Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, militer Republik Indonesia kemungkinan berencana untuk menggulingkan sukarno dan menyarankan duta besar untuk meninggalkan Jakarta secepatnya, begitu tulis surat diplomatik Duta Besar Amerika Serikat Marshall Green ke Kementerian Luar Negeri di Washington 12 Oktober 1965.

Informasi penting itu didapat dari salah satu pengusaha di Indonesia. Pengusaha Jerman itu mendapatkan informasi dari seorang petinggi militer Indonesia.

Seorang informan Kedubes Jerman di Jakarta mengatakan bahwa pada 10 Oktober 1965, Presiden Sukarno telah menerima petinggi militer di Istana Negara. Seorang petinggi militer membuat laporan tentang pemberontakan PKI pada 30 September 1965.

Akan tetapi Presiden Sukarno tidak mau melihat laporan penting tersebut. Sukarno mala memarahi jenderal itu karena dinilai memfitnah PKI. Jenderal itu kemudian pergi, tulis diplomatik Kedubes AS.

Setidaknya ada 39 dokumen penting dari 1964 hingga 1968 dengan tebal 30 ribu halaman yang dibuka. Isinya tentang seputar ketegangan antara militer Indonesia dan PKI, termasuk ketegangan petinggi TNI Angkatan Darat dengan Presiden Sukarno.

Kedutaan Australia di Jakarta juga menginformasikan hal yang serupa. Dalam laporannya, Kedubes Australia secara jelas mengatakan jenderal yang diterima oleh Sukarno pada 10 Oktober 1965 adalah AH Nasution, yang kala itu menjabat sebagai Menhankam. Nasution lah yang menulis laporan tentang pemberontakan PKI tersebut.

AH Nasution telah  berusaha sampai dua kali agar Sukarno mau membaca laporannya. Tapi, Sukarno tetap mengacuhkan laporan tersebut. Hal itu yang menurut laporan semua duta besar asing di Jakarta membuah hubungan Sukarno dengan TNI AD semakin memanas.

Informak Jerman mengatakan bahwa militer Indonesia akan secepatnya menggulingkan Sukarno. Jika itu terjadi, maka itu akan dilakukan dengan gerakan yang sangat cepat tanpa peringatan dan Sukarno akan digantikan kombinasi junta militer dan sipil, tulis dalam laporan tersebut.

Angkatan Darat meminta bantuan kepada duta besar negara Barat berupa makanan dan finasial setelah Sukarno berhasil digulingkan.
Diberdayakan oleh Blogger.