Header Ads

Kunjungi DMZ Korut, Menhan AS: Tujuan Kami Datang Bukan Berperang



Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) James Mattis mendatangi perbatasan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut). Dalam kunjungan ini, Mattis menjelaskan bahwa komitmen AS dan Korsel dalam mencapai upaya diolomatik untuk Korut.

Provokasi Korea Utara terus mengancam wilayah dan perdamaian dunia, meskipun mendapatkan banyak ancaman dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mereka masih melakukan tindakan bodoh itu, ucap Mattis.

Pernyataan itu disampaikan oleh Mattis saat mengunjungi perbatasan Korsel dan Korut atau biasa disebut Zona Demiliterisasi (DMZ). Kala itu Mattis hanya berdiri beberapa meter dari wilayah Korut. Saat memberikan pernyataan, Mattis berdiri membelakangi Korut.

Tujuan kami bukanlah untuk berperang, melainkan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea, terverifikasi dan tidak bisa diubah, ujar Mattis mengikuti ucapan koleganya, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. 

Mattis mengunjungi Pos Observasi Ouelette di perbatasan yang dilengkapi dengan persenjataan itu. Dia dikawal oleh Komandan Area Keamanan Gabungan AS dan Korsel, Letnan Kolonel Matthew Farmer dan Letnan Kolonel Kwon Young Hwan. Dari pos tersebut, Mattis kemudian mengunjungi Rumah Kebebasan di desa perbatasan Panmunjom, yang berada di garis yang memisahkan dua negara yang sedang bermusuhan.

Mattis juga menerima laporan dari Menteri Pertahanan Korsel Song Young Moo soal sejarah Perang Korea, yang melibatkan pertempuran antara Korsel yang dibantu sekutu seperti AS dengan Korut didukung China dan Uni Soviet pada tahun 1950-1953.

DMZ adalah wilayah perbatasan de facto antara Korsel dan Korut. Wilayah perbatasan itu memiliki lebar 4 kilometer dan panjang sekitar 241 kilometer yang dipenuhi pos-pos militer, ranjau dan juga pertahanan. DMZ ditetapkan usai kesepakatan gencatan senjata yang dibuat pada tahun 1953, meskipun secara teknis kedua bela pihak berperang karena tidak pernah ada kesepakatan perdamaian yang ditandatangani.

Kunjungan Mattis ke Korsel ini adalah bagian dari kunjungan kenegaraan di kawasan Asia. Sebelumnya Mattis telah mengunjungi Filipina dan Thailand, termasul datang ke upacara kremasi Raja Bhumibol Adulyadej yang digelar Kamis (26/10). Kunjungan ini mendahului kunjungan Presiden AS Donald Trump yang juga akan berkunjung ke Asia awal November mendatang.
Diberdayakan oleh Blogger.