Header Ads

Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa Dimanfaatkan


Meski Berbahaya, Semburan Gas di Purworejo Bisa Dimanfaatkan

Semburan gas yang muncul saat dilakukan pengeboran sumur untuk pertanian di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Hingga saat ini, semburan tersebut masih terlihat sangat jelas.

Meski berbahaya bagi kesehatan, semburan gas itu bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan cara yang baik.

Hal itu disampaikan oleh Staf Pengkajian ESDM Serayu Selatan, Adya Nur (51), Minggu (3/12).

Kandungan gas metana yang ada di dalam semburan itu dianggap berbahaya bagi kesehatan jika terhirup langsung. Akan tetpai juga bermanfaat untuk kebutuhan lain jika digunakan dengan tepat.

Mengandung gas metan, kalau gasnya pasti berbahaya karena bisa merusak pernapasan kita. Tapi jiga dimanfaatkan dengan benar, pasti sangat berguna, sambung Adya.

Menurut Adya, daerah Kecamatan Butuh adalah daerah yang banyak mengandung gas rawa di lapisan bawah tanah. Pihaknya mengimbau agar masyarakat harus selalu hati-hati dalam penggalian, misalnya membuat sumur.

Di kecamatan ini adalah wilayah lingkungan gas rawa jadi setiap saat harus diperhatikan bahwa masyarakat di sini memang harus waspada untuk penggalian, ungkapnya.

Semburan gas metana itu muncul ketika dilakukan pengeboran sumur oleh warga  untuk pertanian, Sabtu (2/11) sore. Pengeboran di sejumlah tujuh titik, tapi pada titik terakhir yaitu lubang ke tujuh dengan kedalaman 18 meter lubang tersebut mengeluarkan gas yang diikuti dengan semburan api yang menyala.

Rencanannya tim dari Staf Pengkajian ESDM akan mempelajari lebih lanjut terkait temuan gas metan tersebut. Jika memungkinkan, maka gas itu akan dikelola oleh pemerintah untuk keperluan masyarakat bersama.
Diberdayakan oleh Blogger.