Mantan Presiden Yaman Dibunuh oleh Houthi, Putranya Akan Balas Dendam
Mantan Presiden Yaman Dibunuh oleh Houthi, Putranya Akan Balas Dendam
Putra mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, telah bersumpah akan membalas kematian ayahnya. Saleh tewas dibunuh oleh pemberontak Houthi karena terlibat konflik di Yaman dan saat ini telah menguasai ibu kota Sanaa.
Ali Abdullah Saleh (75) ditembak mati para kelompok Houthi di Sanaa setelah berpindah tempat dalam konflik Yaman. Awalnya Saleh bersekutu dengan Houthi yang didukung oleh Iran dalam konflik Yaman yang berlanngsung selama 3 tahun. Beberapa hari sebelum dia meninggal dunia, Saleh meninggalkan Houthi dan menyatakan telah siap menjalani babak baru dengan koalisi pimpinan Arab Saudi. Dia juga mengatakan Houthi sebagai kelompok kudeta.
Putra mendiang Saleh, Ahmed Ali Saleh, telah memberikan pernyataan ke publik usai kematian ayahnya. Pernyataan itu dipublis oleh televisi Saudi, al Ekbariya.
Saya akan memimpin seluruh pertempuran hingga Houthi kalah dan keluar dari wilayah Yaman, darah ayah saya akan mendengung di telinga Iran, ucap Ahmed Ali Saleh.
Dia juga mengatakan kepada seluruh pendukung ayahnya untuk merebut Yaman dari kelompok Houthi Iran.
Kematian Saleh diperkirakan akan memerumit konflik Yaman yang melibatkan banyak pihak. Kelanjutan konflik ini bergantung pada para pendukung dan loyalis Saleh yang masih besar jumlahnya di Yaman, termasuk para perwira militer dan kepada milisi bersenjata.
Sementara itu, sejak konflik pecah, Ahmed Ali dilaporkan berada dalam penahanan rumah di Uni Emirat Arab. Sebelumnya dia menjabat sebagai Duta Besar Yaman untuk Uni Emirat Arab. Setelah menjadi tahanan rumah, Ahmed Ali kemudian bergabung dengan koalisi pimpinan Saudi yang berperang melawan Houthi.
Ahmed Ali telah memutuskan hubungan dengan semua orang yang dia kenal dan akan tinggal dengan pengawalan ketat di sebuah vila di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pernyataan pertama Ahmed Ali ini mengindikasikan koalisi Saudi kini melepaskannya untuk menyerang Houthi.
Ahmed Ali juga pernah menjadi pemimpin Militer Garda Republik Yaman, sebagai calon pengganti ayahnya yang pernah memimpin Yaman selama lebih dari 20 tahun. Mungkin dia juga akan mempunyai kesempatan terakhir bagi keluarga Saleh untuk berkuasa di Yaman. Keberadaan kerabat dan keluarga dekat Saleh lainnya tidak diketahui secara pasti.

Post a Comment