Header Ads

Korut Bebaskan Pembelot yang Diancam Penjara Seumur Hidup


Korut Bebaskan Pembelot yang Diancam Penjara Seumur Hidup

Korea Utara membebaskan Koo Jeong Hwa, perempuan yang diancam hukuman penjara seumur hidup karena berusaha membelot, memberikan harapan pada perbaikan kondisi hak asasi manusia di negara yang paling terisolasi ini.

Ini adalah kesempatan emas untuk menikmati kabar baik dari Korut. Kami sangat senang Koo Jeong Hwa tidak lagi menghadapi ancaman penyiksaan dan perlakukan menyakitkan lainnya dengan hidup di penjara seumur hidup, ucap peneliti Asia Timur dari Amnesty, Arnold Fang.

Koo Jeong Hwa ditahan pada November lalu, ketika dia berusaha menyeberangi perbatasan menuju China bersama delapan orang lainnya, termasuk putranya untuk menyusul suaminya, Taewon Lee yang sudah berada di Korea Selatan.

Takut karena keluarganya dijebloskan ke dalam penjara seumur hidup, Lee memohon kepada pihak Korea Selatan dan masyarakat internasional untuk mencegah proses hukuman istri dan putranya dari China ke Korea Utara.

Meski mereka mengampuni putra saya, catatan jejaknya akan menyatakan bahwa ayahnya pergi ke Korsel dan ibunya dieksekusi. Dia tidak akan memiliki keluarga. Mungkin dia akan menjadi anak jalanan, sambungnya.

China tetap merepatriasi keluarga Lee dan Koo dikirim ke pusat penahanan di Kota Hoeryong atas tuduhan percobaan membelot.

Putranya di tahan bersama Lee, tapi sudah diserahkan kepada neneknya setelah dua puluh hari karena tangan dan kakinya mulai terluka karena kedinginan.

Walaupun dibebaskan, putranya masih bisa dijebloskan ke penjara politik karena ibunya, karena berhubungan darah yang diterapkan di Korut.

Akan tetapi, pihak Korut akhirnya membebaskan Koo. Menurut Arnold Fang, kejadian langkah ini bisa terjadi karena perbaikan hubungan antara Korut dan Korsel selama tahun 2018 hingga kedua negara setuju menggelar konferensi tingkat tinggi pada 29 April.

Kepala Inisiatif Masa Depan Korea, Michael Gledinning meminta publik untuk tidak terlalu banyak berharap karena salah jika mengasumsikan ini sebagai perubahan besar.
Diberdayakan oleh Blogger.