Header Ads

Kelompok Militan ARSA Siap Jika Myanmar Ambil Tindakan Damai


http://www.mastercasino88.net/mastercasino88/index.jsp

 Kelompok Militan ARSA Siap Jika Myanmar Ambil Tindakan Damai

Kelompok militan Rohingya menyatakan akan siap untuk menyambut jika pemerintah Myanmar mengambil langkah perdamaian. Hal itu disampaikan karena gencatan senjata satu bulan yang diumumkan etnis Rohingya, akan segera berakhir.

Sebelumnya gencatan senjata itu diumumkan oleh kelompok militan Rohingya, Arakan Rohingya Army (ARSA) guna memungkinkan pengiriman bantuan ke negara bagian Rakhine, Myanmar yang dilanda konflik. Kelompok militan ARSA tidak menyebutkan tindakan apa yang akan mereka lakukan setelah gencatan senjata itu, Senin (9/10).

Tapi ARSA menatakan untuk menghentikan tirani dan penindasan terhadap etnis Rohingya.

Jika saja pemerintah Myanmar menolak untuk berdamai, maka ARSA akan menyambut penolakan itu dan akan membalas, demikian pesan yang disampaikan ARSA.

Juru bicara pemerintah Burma belum berkomentar mengenai hal itu. Tapi ketika ARSA mengumumkan gencatan senjata pada 10 September lalu, pemerintah Myanmar mengatakan. Kami tidak mempunyai kebijakan untuk bernegosiasi dengan para teroris.

Sebelumnya kelompok militan ARSA melancarkan serangan di sekitar 30 pos kepolisian dan satu kamp militer pada 25 Agustus lalu. Ratusan warga desa etnis Rohingya dilaporkan ikut serta dalam serangan-serangan militan yang menewaskan 12 orang.

Sebagai respons atas serangan itu, pihak militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran di s eluruh wilayah Rakhine. Buntut dari operasi militer itu, lebih dari setengah juta warga etnis Rohingya mengungsi ke berbagai negara tetangga. Badan PBB juga mengatakan kondisi yang dialami etnis Rohingya sebagai pembersihan etnis.

Pemerintah Burma membantah telah melakukan tindakan keji tersebut. Dikatakan otoritas Myanmar, lebih dari 500 orang tewas dalam konflik di Rakhine, yang kebanyakan adalah para teroris yang telah menyerang warga sipil dan membakar desa-desa.
Diberdayakan oleh Blogger.