Header Ads

Polisi AS Tembak Mati Seorang Wanita Hamil



Kepolisian di Amerika Serikat bagian Washington menuai kecaman setelah seorang wanita hamil ditembak polisi yang datang untuk mengecek panggilan telepon soal perampokan.

Pihak berwenang menyatakan, korban yang dikenal sebagai Charleena Lyles menelepon polisi untuk melaporkan percobaan perampokan di apartemennya pada Minggu (19/6) pagi waktu setempat. Wanita hamil itu menodongkan pisau pada dua polisi yang datang ke apartemennya. Polisi langsung saja melepaskan tembakan hingga menewaskan wanita berumur 30 tahun itu.

Di dalam apartemen itu terdapat tiga anak-anak, tidak ada korban yang terluka dalam kejadian itu, ucap polisi tersebut.

Menurut keluarga korban, Lyles memang sedang hamil tiga bulan dan mengalami gangguan jiwa. Pihak keluarga menyesalkan penembakan tersebut.

Kenapa mereka tidak menggunakan senjata kejut listrik pada dia? ucap Monika Williams, saudara perempuan korban. Dalam rekeman audio yang dirilis pihak berwenang pada Senin (19/6) waktu setempat, dua polisi itu terdengar berbicara pada Lyles dan berteriak Hei, Mundur! Mundur! sebelum terdengar beberapa kali tembakan. Kedua polisi itu telah diberhentikan sementara menunggu hasil penyelidikan.

Pihak berwenang mengatakan bahwa kedua polisi sebenarnya dilengkapi dengan senjata yang tidak berbahaya, sesuai dengan kebijakan departemen kepolisian. Wali Kota Sea Ttle Ed Murray mengatakan bahwa penembakan itu  merupakan tragedi bagi semua yang terlibat dan menjanjikan transparansi selama penyelidikan.

Ini akan diselidiki secara menyeluruh, sambung Murray.

Departemen Kepolisian Seattle telah berada di bawah pengawasan Departemen Kehakiman AS menyusul sebuah laporan lima tahun lalu yang menyebutkan aparat kepolisian terlalu sering menggunakan kekerasan yang berlebihan.

Diberdayakan oleh Blogger.