Header Ads

Ini Alasan Kenapa Dilarang Melepaskan Balon Udara ke Udara



Tradisi melepaskan balon ke udara di sekitar wilayah Jawa Tengah ternyata membahayakan dunia penerbangan. General Manager AirNav Indonesia, Nono Sunariyadi menjelaskan beberapa alasan yang membuat pelepasan balon tersebut membahayakan.

Ukuran balon yang sangat besar yaitu dengan berdiameter 5 hingga 10 meter lebih. Selain itu balon udara yang bisa terbang sampai ketinggian dengan 30 ribu kaki atau lebih tidak bisa dikendalikan tanpa awak dan tidak terdeteksi oleh radar. Kemungkinan dapat melintas ke jalur penerbangan, ucap Nono.

Selain itu, Nono juga mencatat di frekuensi penerbangan di hari Idul Fitri meningkat dari hari biasanya. Adanya pelepasan balon sangat dikhawatirkan dapat menyebabkan pesawat udara mengalami kerusahan hingga jatuh.

Sudah terjatat jumlah penerbangan yang melalui udara di atas Wonosobo mencapai kurang lebih 300 penerbangan setiap harinya. Balon udara dengan mterial yang besar, bila tertabrak pesawat udara akan menyebabkan pesawat mengalami kerusakan kehilangan kendali dan bahkan menyebabkan pesawat jatuh, sambungnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya gangguan yang membahayakan, AirNav Indonesia mengimbau agar masyarakat tidak melepaskan balon ke udara.

Dimohon atas bantuan dan kerjasamanya untuk tidak melakukan pelepasan balon ke udara tanpa awak karena bisa membahayakan keselamatan penerbangan. Besar harapan kami agar himbauan ini dapat dapat menghilangkan resiko yang ditimbulkan akibat pelepasan balon ke udara, ungkapnya
Diberdayakan oleh Blogger.