Uni Eropa: Yerusalem Harus Menjadi Ibu Kota Palestina dan Israel
Uni Eropa: Yerusalem Harus Menjadi Ibu Kota Palestina dan Israel
Uni Eropa akhirnya menjawab pengakuan resmi Amerika Serikat (AS) tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Uni Eropa menyatakan bahwa Yerusalem juga harus menjadi ibu kota Palestina.
Uni Eropa memiliki sikap yang netral. Kami percaya satu-satunya upaya realistis atas konflik antara Palestina dan Israel adalah didasarkan pada dua negara dan Yerusalem sebagai ibu kota kedua negara tersebut, ujar kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Eferica Mogherini di konferensi pers, Jumat (8/12).
Menurut Mogherini, dirinya dan para menteri luar negeri di Uni Eropa juga membahas konflik Yerusalem ini dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Brussels.
Uni Eropa sering terlibat dengna pihak-pihak lain dengan mitra regional dan internasional. Kami akan terus bekerja keras dengan Kuartet Timur Tengah, kemungkinan dalam format yang lebih kuat, Uni Eropa merupakan anggota Kuartet Timur Tengah bersama Amerika Serikat, PBB dan Rusia.
Mogherini juga mengingatkan keputusan Presiden AS Donald Trump tentang Yerusalem bisa saja membawa wilayah Timur Tengah kembali ke masa-masa lebih kelam.
Pernyataan soal Yerusalem bisa memiliki dampak yang berpotensi sangat mengkhawatirkan. Ini adalah konteks yang sangat rapuh dan pernyataan itu berpotensi mengirimkan kita kembali ke masa-masa lebih kelam dari pada masa yang telah kita jalani, sambungnya.

Post a Comment